Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Memilih Sekolah Anak

Memilih sekolah untuk anak bukan hal yang mudah.. saya ingat salah satu saran memilih sekolah yakni; starting from the end. Ketika anda memilih sekolah, berangkatlah dari : Hasil akhir apa yang anda inginkan? Lulusan seperti apa yang anda inginkan? Anda inginkan anak anda menjadi bagaimana setelah lulus nanti?

Setelah itu anda baru dapat mulai mencocokkan keinginan anda dengan sekolah yang telah anda survey sebelumnya. Datangilah sebanyak mungkin sekolah, galilah informasi sebanyak mungkin. Dan pertimbangkanlah banyak hal, supaya anak anda nyaman belajar di dalamnya dan minat dan bakatnya dapat tersalurkan dengan baik. Yang perlu diingat, setiap sekolah pasti punya ke-khas-an yang berupaya dikembangkan di luar studi yang utama tentunya. Misalnya ada sekolah yang menitikberatkan pada penguasaan al qur’an, teknologi komputer, kepemimpinan, olahraga, dan sebagainya.

Yang perlu diamati juga sarana dan prasarana sekolah, lulusan-lulusan yang sudah ada, guru-gurunya, atau isu-isu yang ada mengenai sekolah tersebut (biasanya sih ada, teliti dengan baik kebenarannya). Misalnya saja, isu kesejahteraan guru, kasus yang pernah ada di sekolah tersebut, dan cara sekolah mengatasi masalah-msalah yang ada. Terima informasi dari banyak pihak tapi tentunya cek kembali kebenarannya. Selain itu pertimbangan biaya harus dilakukan, orangtua harus memiliki informasi yang sejelas-jelasnya, apalagi untuk sekolah dasar yang berdurasi enam tahun.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang dapat memandu orangtua ketika memilih sebuah sekolah :
1. Berapa biaya masuk?
2. Berapa SPP bulanan?
3. Apakah biasanya ada kenaikan SPP setiap tahunnya? Kisaran kenaikannya berapa?
4. Apakah ada biaya daftar ulang/ biaya tahunan? Berapa besarannya?
5. Apakah ada biaya bulanan di luar SPP seperti iuran POM, ekstrakulikuler, catering, atau jemputan?

Mengenai Kurikuler dan Ekstrakurikuler
1. Ketahuilah visi dan misi sekolah. Goals utama dari sekolah dan core competence anak yang menjadi perhatan sekolah.
2. Rata-rata lulusan meneruskan pendidikan kemana?
3. Apakah ada keharusan anak bisa membaca sebagai persyaratan masuk sekolah?
4. Berapa jumlah siswa dalam satu kelas? Berapa jumlah guru?
5. Bagaimana sistem belajarnya? Moving class atau guru kelas?
6. Bagaimana cara belajar di sekolah?
7. Bagaimana system evaluasi yang diterapkan?
8. Apakah sekolah menerapkan system rangking?
9. Apakah sekolah memiliki bagian konseling atau bahkan psikolog?
10. Ekstrakulikuler apa yang ada di sekolah?
11. Bagaimana pemilihan ekstrakulikuler oleh siswa? Apakah ada penelusuran minat dan bakat?

Mengenai Infrastruktur:
1. Berapa lokal kelas yang dimiliki sekolah?
2. Apakah terdapat sarana bermain anak/lapangan yang memadai?
3. Apakah terdapat sarana dan prasarana anak untuk mengembangkan hobi atau bakatnya? Misalnya seperti aula atau panggung anak untuk belajar berekspresi dan tampil?
4. Lokasi sekolah apakah tepat berada ditepi jalan raya, bagaimana keamanan anak?
5. Bagaimana akses orang luar ke dalam sekolah?

Hal-hal lain:
1. Bagaimana jajanan yang ada di sekolah ataupun sekitar sekolah?
2. Siswa sekolah sebagian besar berasal dari mana/latar belakang siswa? (untuk mengetahui pergaulan)
3. Pernahkah terjadi kasus penculikan, narkoba, kekerasan (bullying) atau kasus lainnya?
4. Bagaimana sekolah mengatasi kasus tersebut?
5. Bagaimana cara sekolah menegakkan disiplin? Hukuman apa yang biasanya diberikan?

Ternyata banyak sekali hal yang harus diketahui orangtua. Bahkan mungkin masih banyak pertanyaan yang belum ter-cover dengan daftar pertanyaan diatas. Tidak semua hal ini dapat ditanyakan pada guru/pihak sekolah, tapi mungkin bertanya pada masyarakat sekitar sekolah, orangtua murid yang anaknya telah bersekolah di sekolah tersebut, maupun investigasi sendiri. Pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin cocok untuk memilih sekolah swasta/sekolah terpadu yang banyak bermunculan saat ini. Tapi untuk sekolah negeri, ada banyak fleksibilitas yang harus orangtua lakukan mengingat sekolah negeri merupakan sarana publik, dengan biaya yang tentu dibawah sekolah swasta dan melayani orang banyak.

Tidak perlu berkecil hati ketika tidak mampu menyekolahkan anak ke sekolah terpadu, terintegrasi, atau full day school. Just remember one thing : Jangan terlalu sibuk memindahkan fungsi pendidikan pada sekolah, karena fungsi dan tugas utama pendidikan ada di tangan anda orangtua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s