Pendidikan Berkarakter. What is it?

Oleh-oleh parenting Class di sekolah anakku.Pengisinya seorang psikolog bernama ibu Alia Zarman. Catatan ini based on informasi yang aku tangkap dan ditulis diselembar kertas yg kemuadian kena hujan, jadi mungkin tidak terlalu lengkap ya..

Setiap anak memiliki atensi. Atensi ini dibedakan dalam dua jenis: atensi reaktif dan atensi fokus. Atensi reaktif ini natural dimiliki sejak kecil, tanpa dilatih. Inilah atensi yang terlihat saat anak terlihat begitu konsen saat menonton TV, seperti film kartun. Sementara atensi fokus adalah konsentrasi yang harus distimulasi seperti ketika anak mendengarkan cerita, pemaparan, atau mengerjakan sesuatu. Dua perbedaan konsentrasi inilah juga yang membuat orangtua kadang berfikir, mengapa anak saya dibilang tidak konsentrasi, padahal kalau nonton dia konsentrasi sekali..Pada anak prasekolah, konsentrasi selama 5 menitsudah lah bagus. Jadi ibu, jangan langsung men-cap anaknya attention deficiency ya..

Pertumbuhan otak di masa emas sangatlah penting. Pada usia 0-4 tahun, pertumbuhan jaringan otak mencapai 50%, dan genap mencapai 99% pada usia 10 tahun. Jadi ibu, optimalkan stimulasi ibu ya..
apa saja yang harus distimulasi :
1. Aspek fisik; motorik kasar dan motorik halus
2. Aspek kognitif; mencakup kecerdasan, daya tangkap, problem solving sehingga anak tidak mudah putus asa. Hal ini bisa dimulai dari melatih anak mengambil benda yang susah dijangkau atau memilih sendiri baju yang akan dipakai atau mainan yang akan dimainkan.
3. Aspek bahasa; menyampaikan, menerima kosakata baru.
4. Aspek emosi dan sosial; perlu diingat (terutama buat diriku sendiri), bahwa ketika kita marah pada anak, sebenarnya kita sedang mengajarkan cara marah kepada anak.
5. Aspek moral dan spiritual.

Sebenarnya apa yang disebut dengan pendidikan berkarakter? Ini adalah proses pendidikan yang menggali kemampuan berempati kepada orang lain dan lingkuangan sekitarnya. Pendidikan berkarakter ini penting untuk pembentukan manusia yang taft yang mampu berkompetisi dan tetap bisa membawa diri dengan kepribadian yang humanis.
Bagaimana memulai pendidikan berkarakter yang bisa dilakukan ibu:
– sarana; sediakan dan kenalkan anak pada lingkungan yang baik
– Beri kasih sayang, belaian
– mengajak main
– mengajak anak berkomunikasi
– menjadi contoh yang baik untuk anak

Ingatlah, bahwa anak adalah replika orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya! Orangtua juga sebaiknya bukan mengancam, tapi lebih menerangkan konsekuensi perbuatan sang anak (teori mudah ya, prakteknya itu, susah bu…apalagi kalo lg emosi. push your self to do it🙂

Apakah ciri-ciri Anak berkarakter?
1. Mengekspresikan emosi secara sehat dan wajar
2. Memiliki rasa percaya diri
3. Mandiri dan punya inisiatif
4. Kerja keras dan memiliki ketahanan
5. Luwes bergaul tapi tidak mudah terpengaruh
6. Kreatif dan inovatif
7. Memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Jadi bu, mari mendidik anak dengan pendidikan berkarakter ya…jangan lupa baca referensi lain supaya lengkap.

Satu pemikiran pada “Pendidikan Berkarakter. What is it?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s