Being A Reader (1)

Satu sore di Ramadhan 1432H. Karena khawatir kehabisan waktu, akhirnya shalat dzuhur di masjid Wiyata Guna. Selepas shalat, mengamati lingkungan masjid, lalu menyadari, tidak banyak yang berubah…

Dahulu, mungkin 8 tahun yang lalu (jadi berasa udah tua..), tempat ini sering sekali saya kunjungi. Gini-gini, saya sempat jadi reader buat temen di Wiyata Guna(WG), dan ga cuma sebentar, bertahun-tahun loh… Saya jadi senyum-senyum sendiri, teringat kisah yang dimulai disini.

Awalnya karena program kampus, PERMAIS (Persaudaraan Mahasiswa Islam) yang mengajak saya jadi reader meneruskan jejak kakak kelas seperjuangan. Berhubung jumlah reader laki2 itu sedikit bahkan hampir ga ada, sedangkan temen tunet (tuna netra) perempuan yang ada di asrama WG hanya sedikit, akhirnya saya selalu jadi reader tunet laki-laki.

Ga mau juga terlalu formal, i just wanna be their friend,kadang dateng ga sesuai jadwal. Tugas utama, bacain buku, direkam (sampai berkaset-kaset), atau bacain buku, trus temen tunet (tuna netra) catet hal-hal pentingnya. Bantu bikin tugas yang harus ditulis (just a writer), kadang-kadang bantuin bikin tugas juga..(biar cepet selesai..:)

Asrama dibagi dua, laki-laki dan perempuan. Asrama laki-laki diberi nama burung, asrama perempuan diberi nama bunga. Tidak semua tuna netra tidak melihat, ada yg 100%, ada yang masih bisa membedakan terang gelap, dan ada low vision. Kadang saya lupa memperlakukan mereka sama, dan pernah terkaget-kaget karena ada yang bisa nyetop angkot sendiri. Ternyata dia masih bisa melihat samar warna.

Jam yang biasa dipakai itu biasanya tidak ada kacanya atau kacanya bisa dilepas.Jadi mereka bisa memegang jarum jamnya. Banyak diantaranya menggunakan hp. Tidak hanya untuk menerima, mereka juga menelpon. Tanpa phone book. Luar biasa mereka bisa mengingat banyak nomor hp yang 11 sampai 12 digit itu. Kalau sekarang mungkin sudah banyak fitur teknologi yg bisa membantu mereka. Bahkan untuk menggunakan komputer sendiri. kalau dulu belum ada.

Kelihatannya saya yang membantu mereka belajar. Padahal sebaliknya saya yang belajar banyak dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s