Mutiara dari Kuningan

Saat ditanya tanggal lahir ia menjawab, “Tanggal lahir saya sama dengan George Washington, 22 Februari; hanya saja saya tahun 1993”. Siswa bernama lengkap Muhamad Syukron Fahroni asal Kuningan itu akan menjadi lulusan termuda Sekolah Akselerasi milik Dompet Dhuafa, yang akan menyelesaikan SMA pada usia 16 tahun.

 

Roni, ia biasa disapa. Pembawaannya supel, mungkin “gaul” sitilah anak sekarang. Prestasi yang ditorehkan cukup banyak. Mulai dari mengikuti lomba olimpiade IPS tingkat kabupaten, hingga menjadi kandidat siswa pertukaran pelajar AFS yang masuk menjadi 16 besar dari 700 pendaftar. Bila lulus tes tahap 4, ia siap berangkat ke luar negeri. “saya ingin ke Norwegia, karena negara tersebut kurang dikenal banyak orang, jadi saya ingin tahu” kata siswa dengan nilai TOEFL diatas 450 ini.

 

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, rangking pertama diraihnya dari kelas 1 hingga kelas 6. “ Sekolah saya sangat sederhana, muridnya pun hanya 12 orang, jadi saya rangking satu pun tidak merasa istimewa,” ujarnya merendah. Setelah lulus SD ia mengikuti rekruitmen SMART EI Dompet Dhuafa, dengan seleksi ketat se-Indonesia, ia berhasil masuk ke sekolah berasrama tersebut.

 

Semester awal ia banyak menangis karena kangen dengan orang tua. Namun mulai semester selanjutnya ia sangat menikmati keberadaannya di SMART EI, bahkan ia merasa sangat beruntung. ”Merasa beruntung banget bisa sekolah disini, ketemu banyak teman dari banyak daerah, guru-guru yang hebat, dan cara belajar yang menyenangkan, tidak banyak teman-teman saya bisa merasakan metode belajar menyenangkan seperti yang saya dapatkan”.

 

Salah satu pengalaman berkesan diantaranya ia peroleh saat mengikuti kegiatan homestay, yaitu siswa tinggal di rumah donatur di minggu terakhir ramadhan hingga idul fitri. Disini ia merasakan keluarga yang utuh dan limpahan materiil. Sebaliknya, keluarga donatur memuji kemandirian dan kesungguhan ibadah para siswa. Roni senang sekali dapat merasakan suasana idul fitri yang berbeda.

 

Diantara kegemarannya membaca buku, ada sebuah buku, Ekonomi Islam; Suatu Kajian Kontemporer karya Adiwarman A. Karim membuatnya tertarik mempelajari ekonomi Islam. Bahkan ia menganggap krisis ekonomi global saat ini adalah bukti kekuasaan Allah untuk menunjukkan keburukan sistem ekonomi konvensional. Buku itu pula yang mengilhaminya untuk melanjutkan pendidikan di bidang ekonomi syariah.

 

Ketika ditanya cita-cita, ia mantap menjawab pengusaha agribisnis. Hal ini karena hobinya pada tanaman dan kesukaannya pada pelajaran ekonomi. Selain itu tekad untuk mensejahterakan orang-orang di sekitarnya. “Banyak teman saya juga bercita-cita menjadi pengusaha, mungkin karena kami semua memiliki latar belakang ekonomi yang kurang”, ujarnya serius.

 

Roni adalah anak kedua dari tiga bersaudara, ibunya sudah enam bulan berada di Arab Saudi untuk bekerja, sedangkan sang ayah menjadi guru mengaji di masjid. Pasca perpisahan orangtuanya lima tahun lalu, roni menjadi pribadi yang lebih mandiri, tidak ada kata broken home dalam kamusnya. ”Ibu dan ayah selalu mendukung saya,” tambah roni. Periang adalah pembawaannya, semua orang adalah teman baginya. Di angkatan pertama yang berjumlah 26 orang itu, ia mengaku punya 25 orang sahabat, belum lagi adik-adik kelasnya. Keakraban itukian terasa saat mengantar kepulangan adik-adiknya saat liburan lalu.

 

Roni hanya satu dari sekian banyak anak berpotensi luar biasa namun berkendala dalam bidang ekonomi. Sekolah unggulan kini tak lagi monopoli orang berpunya. Sekolah Menengah Akselerasi Terpadu Ekselensia Indonesia (SMART EI) Dompet Dhuafa merupakan sekolah setingkat SMP-SMA yang ditempuh hanya dalam waktu lima tahun, berasrama, dan bebas biaya. Tahun ini SMART EI membuka pendaftaran untuk angkatan ke-6 bagi siswa lulusan SD se-Indonesia, dengan batas maksimal waktu pendaftaran pada akhir 11 Maret 2009. Akan tumbuh roni-roni baru, untuk menjadi pewaris masa depan. Mari bergerak, selamatkan generasi terbaik bangsa!

3 pemikiran pada “Mutiara dari Kuningan

    1. pedulitakcukupdihati

      Assalamu’alaikum wr.wb.
      ini dgn muhammad syukron ramdhani? afwan, kalau benar namanya salah. Akan sy perbaiki. Tapi betul yg di SMART itu kan? saya dapet nama ini kan dari SMART, dari bu Latifah. Waktu sy survei ke Kuningan perasaan jg ga ada yg protes namanya salah. Trus, panggilannya roni kan? kalau ramdhani seharusnya panggilannya dani ?
      Apa kabarnya Ron?
      Skrg masih di LN? negara mana? saya lupa. tp pernah baca di profil SMART.
      Smg Allah memudahkan setiap langkahmu.
      Always be an inspired person OK🙂

      1. m. syukron ramdhani

        waalaikumsalam.
        iya nama saya M Syukron Ramdhani, orangtua saya yang milih nama panggilan saya🙂
        saya sekarang kuliah di UI jurusan Sastra Prancis

        amiiin syukron kasiron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s